Inovasi Paling Berpengaruh

Seperti judulnya, kali ini saya akan memandang sudut inovasi yang paling berpengaruh, bagi saya paling tidak. Untuk mencakup lebih, saya akan melihat tidak hanya pada satu inovasi, tetapi 3 inovasi. 3 inovasi ini akan saya urutkan dari yang paling berpengaruh.

1. Listrik
Sebenarnya penemuan listrik masih kontroversial. Siapa sebenarnya yang pertama kali menemukan listrik. Menurut saya listrik sebenarnya tidak ada penemu pertamanya, karena petir juga merupakan bentuk dari listrik. Hanya memang banyak tokoh yang berhasil menjadikan listrik menjadi sistem yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Otto von Guericke, Benjamin Franklin, Thomas Alva Edison, Alessandro Volta, Michael Faraday, Nikola Tesla, Heinrich Hertz adalah beberapa dari banyak ilmuwan yang sangat berjasa dalam evolusi pelistrikan. Bayangkan jika tidak ada sistem pelistrikan hingga sekarang. Hampir semua kemajuan teknologi hingga saat ini didasari oleh listrik. Hampir semua kegiatan manusia didaya-i oleh listrik. Saat “mati lampu”, kegiatan manusia bisa berkurang hingga 80%. Dan bagi beberapa industri, berapa banyak kerugian yang tidak bisa diminta pertanggung-jawaban ke perusahaan listrik. Maka dari itu, menurut saya pelistrikan adalah Inovasi yang paling berpengaruh bagi saya dan kehidupan manusia.

2. Sistem Radio
Sistem Radio disini termasuk gelombang, elektromagnetik, frekuensi, sinyal, dan sebagainya. Inovasi Sistem Radio menurut saya merupakan Inovasi yang paling berpengaruh dalam kehidupan manusia setelah listrik. Dengan ditemukannya sistem radio, penyebaran informasi menjadi semakin efisien dan efektif. Sebelum adanya sistem radio, orang mengirim informasi menggunakan surat yang dipercayakan kepada pengirimnya. Butuh waktu yang lama untuk sampai kepada penerima informasi. Atau untuk penyebaran informasi menggunakan poster, yang juga masih banyak digunakan saat ini. Namun setelah ada – paling tidak – radio, informasi massal dapat didengar dari tempat yang jauh. Begitu juga televisi. Kemudian berkembang menjadi telepon selular hingga sistem wireless. Dengan adanya sistem radio, pemerataan informasi menjadi lebih luas. Dengan itu, dunia mulai merata. “The World Is Going To Flat”

3. Jaringan Internet
Apa yang tidak bisa didapat dari Internet? Memang jika tidak ada internet, manusia masih bisa mendapatkan informasi dengan cara lain. Tetapi usaha yang dilakukan sering kali tidak sepadan dengan apa yang didapat. Untuk mencari tahu tentang siapa penjelajah penemu Machu-Pichu di Peru, harus pergi ke perpustakaan atau toko buku, mencari bukunya, mungkin sebelum mencari bukunya berdoa terlebih dahulu agar bukunya tersedia, baru kemudian didapat satu nama penjelajah tersebut. Dengan internet, tinggal memasukkan kata kunci dalam search engine, enter. Lihat sejauh mana internet memangkas usaha tidak sepadan. Internet mempermudah dan mempercepat dalam menyebarkan informasi dan mencari informasi. Dan selain itu, Internet juga memicu kreatifitas karena tersedia banyak referensi dan situs yang dapat mengapresiasi beragam karya. Dengan adanya internet, dunia menjadi rata. orang yang tinggal di Amerika dengan orang yang tinggal di Papua Nugini bisa mengetahui informasi yang sama di waktu yang sama. Dengan begitu tingkat pengetahuannya bisa setara. “The World Is Flat”


Kreatif

Berbicara tentang kreatifitas seperti berbicara tentang agama. Tidak memiliki penobatan yang paling dinobatkan. Nilai kreatifitas tertinggi ada pada penggagasnya. Orang lain boleh menilai, tapi tidak boleh mematikan. Banyak yang mengikuti, banyak juga yang menjatuhkan. Intinya kreatif adalah suatu nilai yang berpengaruh bagi sang penggagas, dan bahkan orang lain.

Perlu atau tidak? Saya rasa tidak. Kata “perlu” mengindikasikan adanya tuntutan. Menurut saya kreatif itu tidak bisa dipaksakan. Kreatifitas akan mencapai nilai tertingginya saat dilakukan sesuai passion sang penggagas. Passion ada karena memang ada niat dalam bidang tersebut. Dan kalau memang sudah berasal dari niat yang menghasilkan passion, maka yang dikejar adalah tujuan, bukan kreatifitas. Kreatifitas akan timbul sendirinya saat proses mengejar tujuan tersebut. Seperti berbicara tentang agama. Agama yang dipaksakan tidak akan sekuat dengan agama yang dipelajari oleh proses.

Mungkin saya akan mengambil contoh dari beberapa tokoh yang menurut saya pernah mencapai nilai kreatifitas tertingginya yang mungkin dapat dikenang sepanjang masa.

John Lennon

Semua orang tahu John Lennon. Puncak kejayaannya adalah ketika John bersama The Beatles. John banyak menyiptakan lagu-lagu yang dibawakan Beatles. Bahkan hampir setiap karyanya menjadi hits. Dan yang paling menunjukkan John sangat kreatif adalah pesan-pesan tersirat dalam setiap lirik buatannya. Satu sajak bisa mengartikan lebih dari satu makna. Seperti “…I get high with a little help from my friends…” adalah satu bait dalam lagu Beatles berjudul With A Little Help From My Friends. Bait ini mengartikan bahwa dia dapat seperti itu karena teman-teman Beatles. Selain itu juga diartikan John banyak terinspirasi oleh musisi-musisi pendahulunya seperti Elvis Presley dan Bob Dylan. Dan ada satu lagi yang paling sering dibicarakan orang adalah bait tersebut penggambaran suasana ketika John sedang terpengaruh oleh marijuana (get high) yang diperkenalkan oleh Bob Dylan pada tahun 1964 di Amerika.

Geroge Harrison

George Harrison juga salah satu anggota The Beatles. Dia turut juga menciptakan lagu-lagu Beatles namun tidak sebanyak John atau Paul. Meskipun demikian, lagu-lagu George sangat berbeda dengan lagu-lagu John dan Paul bahkan lagu ciptaanya beberapa lebih indah. Disamping itu George lah yang banyak memberi pelajaran terhadap John, terutama tentang bermain gitar dan sitar.

Johnny Depp

Kreatifitasnya sangat luar biasa. Dia bisa merubah dirinya menjadi karakter-karakter unik di setiap film yang dibintanginya. Captain Jack Sparrow, Willy Wonka, Mad Hatter, Sweeney Todd, Donnie Brasco, Mort Rainey, dan Agent Jeffrey Sheldon Sands adalah tokoh-tokoh unik yang berhasil dimainkan oleh Jhonny Depp. Setiap karakter-karakter tersebut dimainkan dengan khas yang selalu berbeda oleh Depp. “he could be anyone, anything.”

George Lucas

Dari seorang George Lucas, Star Wars lahir. Dia menulis cerita Star Wars sudah dari tahun 70-an. Namun Star Wars masih “hidup” sampai saat ini. Saat membuat film Star Wars, George sadar bahwa teknologi saat itu belum bisa mewujudkan seluruh cerita Star Wars ke dalam sebuah film. Alhasil dia bagi ceritanya dalam dua trilogy. Yang di-film-kan lebih awal justru trilogy keduanya yaitu Star Wars episode: IV, V, VI pada tahun 1977, 1980, 1983. Baru dilanjutkan pada tahun 1999: Star Wars episode I, 2002: Star Wars episode II, 2005: Star Wars episode III. Trilogy pertama baru terlakasana mulai tahun 1999 karena baru tersedia teknologi yang dapat mewujudkan keindahan Age of Republic.

Al-Khawarizmi

Saat sekolah menengah pertama, tepatnya mungkin saat kelas 7, kita diajari rumus matematika yang di sebut Aljabar. Al-Khawarizmi adalah pencetus rumus tersebut. Dia menjadi guru bagi orang-orang Eropa pada masanya. Rumus-rumus yang dicetus oleh Al-Khawarizmi seperti aritmatika, geometri, aljabar adalah perhitungan-perhitungan yang menjadi dasar dari setiap penemuan-penemuan di masa jauh setelah masa beliau.

Soekarno

Soekarno memang presiden pertama Indonesia. Namun saya tidak akan membahas sisi politiknya. Saya melihat sisi lain dari sang proklamator ini sangat beragam dan menurut saya jauh lebih baik dari sisi politiknya. Dia adalah arsitek, seniman, mesin ide. Di zamannya, sangat jarang seorang presiden berpenampilan menarik. Jas atau safari berwarna terang, kacamata hitam, adalah ciri khasnya. Indikasi dari seorang seniman. Salah satu Om saya pernah menunjukkan kepada saya sebuah buku yang berisi koleksi-koleksi lukisan karya Soekarno. Sangat indah namun unik. Sangat tidak disangka bahwa yang saya lihat adalah karya seorang proklamator. Disamping itu Soekarno juga pernah merancang beberapa gedung yang artistik. Salah satunya adalah salah satu gedung di ITB.

Leornado Da Vinci

Menurut saya Da Vinci adalah manusia ter-kreatif setelah abad 14 hingga saat ini. Dia seperti melahirkan ide setiap detik dan beberapa jam kemudian ide-ide tersebut dapat tergabung menjadi suatu karya trobosan dalam sebuah sketsa. Kemudian dalam beberapa bulan sketsa-sketsa tersebut menjadi wujud nyata dalam bentuk prototype. Prototype yang gagal. Gagal karena tekhnologi pada masanya tidak ada yang dapat mendukung karyanya. Namun di masa sekarang, ada beberapa insinyur yang mencoba mewujudkan sketsa Da Vinci. Semua sketsa yang dicoba untuk di wujudkan berhasil menjadi trobosan. Pesawat terbang, helikopter, tank merupakan teknologi yang awalnya berasal dari sketsa Da Vinci. Jadi menurut saya dia adalah manusia yang salah waktu lahir. Namun dilain hal, lukisan-lukisannya juga sangat terkenal. Salah satunya Mona Lisa. Ironisnya pada zamannya belum ada cat-cat kimiawi yang seperti digunakan pada masa sekarang. Da Vinci melukis dengan menggunakan pewarna-pewarna alami seperti telur, daun-daunan, dan sebagainya.

Masih banyak lagi yang menurut saya merupakan orang-orang yang sangat kreatif yang pernah ada di Bumi.
Setelah melihat kreatifitas dari sisi peronal, saya akan mencoba melihat kreatifitas dari sisi perusahaan. Ada beberapa perusahaan atau organisasi yang menurut saya paling kreatif.

Coca-cola Company

Menurut saya coca-cola company pada masanya awal-awal produk minuman coca-cola diterima masyarakat luas adalah saat ter-kreatif-nya. Karena coca-cola termasuk minuman yang unik, lain dari yang lain saat itu. Berani memasukkan unsur carbon kedalam minumannya. Bahkan pada awal-awal coca-cola diciptakan, minuman itu mengandung sedikit cocaine.

The Walt Disney Company

Walt Disney berhasil menciptakan tokoh-tokoh kartun serta kisah-kisah ringan yang sangat digemari oleh anak-anak diseluruh dunia. Perusahaan ini juga expand membuat DisneyLand dibeberapa tempat di dunia. Perusahaan ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak-anak.

Jerry Bruckheimer Production

Jerry Bruckheimer Production banyak menciptakan film-film sepanjang masa yang unik dan khas. Diantaranya Pirates Of The Carribean, Black Hawk Down, Top Gun, The Rock, Bad Boys, dan menurut saya produksi terbaiknya adalah ketika menggandeng Michael Bay sebagai sutradara untuk film Armageddon. Memang banyak dari film-film tersebut Jerry Bruckheimer juga bekerja sama dengan perusahaan lain seperti Paramount Pictures, Touchstone Pictures, dan banyak lagi, namun setiap film-film nya memiliki ciri khas Jerry Bruckheimer. Selain film layar lebar, Jerry Bruckheimer juga memproduksi film tv seri seperti CSI, Without a Trace, Skin, Justice, The Forgotten, dan banyak lagi.

Dari sekian contoh-contoh baik personal maupun perusahaan, mungkin dapat membantu memperjelas bentuk dari sebuah kreatifitas yang abadi. Ya, lagi-lagi seperti berbicara tentang agama, abadi, berpengaruh bagi orang banyak meskipun berasal dari satu penggagas, dan banyak penilaian-penilaian dari beragam sudut pandang.

Muhammad Pittrawan Saputra
23 Oktober 2011


Ragam Transportasi Mutakhir

Transportasi adalah perpindahan dari satu titik ke titik lain. Dengan itu sudah pasti “alat transportasi” adalah alat yang membawa manusia atau benda dari satu tempat ke tempat lain.
Dari segi kreatifitas dan inovasi, artikel saya kali ini bukan ingin membahas tentang apa itu alat transportasi, tapi lebih ke mengulas sudut pandang lain dari sebuah alat transportasi. Mungkin saya akan mencoba meng-kelas-kan alat-alat tersebut dengan kata- kata “ter-“.

Alat transportasi ter-pertama-kali manusia gunakan
Lengan orang tua

Saat manusia masih bayi, terutama saat-saat baru dilahirkan, bayi dipindahkan dengan cara digendong oleh orang tua.

Alat transportasi ter-menyenangkan
Perosotan

Perosotan adalah media bermain anak-anak. Alat ini dapat memindahkan seorang anak dari ketinggian tertentu ke daratan dengan aman. Hal ini yang menyebabkan alat ini sangat digemari oleh anak- anak hingga tidak jarang sering kali mereka rebutan untuk menaiki sebuah perosotan.

Alat transportasi ter-cepat
Internet
Menurut saya internet dapat dikatakan alat transportasi tercepat saat ini, karena jaringannya dapat memindahkan banyak informasi bahkan ke tempat paling jauh di dunia, dengan waktu tempuh hanya beberapa detik. Bahkan ada salah satu tv commercial Google Chrome yang menyampaikan pesan tentang cepatnya sebuah koneksi internet dengan cara yang unik: http://www.youtube.com/watch?v=nCgQDjiotG0.

Alat transportasi ter-kecil
Sel darah merah

Dengan ukuran yang sangat kecil, sel darah merah dapat mengikat banyak unsur, salah satunya oksigen untuk dibawa ke seluruh tubuh manusia.

Alat transportasi ter-mutakhir
Nasa X-15 experimental rocket-powered air force

Pesawat ini adalah pesawat dengan tenaga roket buatan NASA. Saat ini X-15 dianggap sebagai pesawat ber-awak tercepat di dunia. Namun saya menganggap X-15 sebagai alat transportasi ter-mutakhir. Mengapa? Karena pesawat ini dapat dengan cepat melawan waktu. Dengan kecepatan 7274 km/h, pesawat ini dapat menempuh Jakarta-Riyadh, Arab Saudi dalam waktu 1 jam. Namun perbedaan waktu antara Jakarta – Riyadh adalah 4 jam. Jadi ketika kita take-off dari Jakarta pukul 09.00 WIB, kita akan mendarat di Riyadh pukul 10.00 WIB, namun saat kita turun dari X-15 kita akan melihat matahari baru akan terbit, seperti 4 jam yang lalu di Jakarta, karena saat itu di Riyadh baru menunjukkan pukul 06.00 waktu setempat. Seperti dapat memundurkan waktu, namun, belum tentu dapat memundurkan usia.

Alat transportasi ter-simple, namun ter-besar juga ter-tua.
Tanah yang kita pijak
Ya, tanpa disadari tanah yang sekarang kita pijak sedang menghantarkan kita ke jarak 6 cm dari titik setahun lalu. Teori ini disebut sebagai teori Pangea.

Alfred Wegener, Ilmuan asal Jerman berpendapat bahwa 225 juta tahun yang lalu, bumi hanya terdiri atas satu daratan luas dan lautan. Daratan ini disebut benua Pangea. Kemudian, masih belum dipastikan mengapa, lempengan-lempengan daratan ini pun ter pisah dan terus bergerak. Ada yang saling menjauhi, dan ada juga yang bertubrukan hingga menjadi 5 benua yang diketahui saat ini. Lempengan- lempengan ini masih terus bergerak hingga, menurut Wegener, akan bertemu lagi menjadi satu daratan.

Sekian dulu ulasan- ulasan tentang ragam transportasi di luar imajinasi. Tidak disangka, namun nyata. Sudut pandang berbeda tentang alat transportasi.

Muhammad Pittrawan Saputtra
23 Oktober 2011


Mahasiswa, Mahakarya

Mahasiswa, Mahakarya

Mahasiswa, mahasiswa. Mungkin terpikir tentang catatan berserakan, kamar berantakan, fotokopi-an, buku tebal, uang pas-pas-an. Mungkin terpikir, kerjaannya hanya kuliah, kuliah, dan.. Salah, mungkin bangun, kuliah, makan, tidur.
Ya, memang semua itu betul. Saat blog ini ditulis saya juga seorang mahasiswa, melakukan hal-hal tersebut. Namun saya juga terpikir apa cuma itu yang bisa dilakukan oleh seorang mahasiswa?

Jika fokusnya hanya kuliah, saya yakin ada di tingkat-tingkat tertentu yang menyediakan banyak waktu senggang. Dan ditambah kuliah pada umumnya bisa ditentukan jadwalnya. Jadi menurut saya banyak ruang yang terisi oleh peluang. Dibanding saat sudah memiliki pekerjaan, apalagi memiliki istri dan anak, saya rasa ruang itu akan dipenuhi oleh tuntutan uang. Maka penting saat-saat berharga seorang mahasiswa dimanfaatkan untuk menghasilkan suatu mahakarya.

Potret Wajah Untuk Fakultas
Mungkin kreasi ini banyak diminati oleh para mahasiswa dari jurusan Desain Komunikasi Visual, namun menurut saya semua bisa melakukannya. Setiap tahun pasti ada sejumlah mahasiswa baru yang akan memulai kuliah. Daripada “gojlok-gojlokan” tidak jelas, lebih baik adik-adik yang baru masuk kuliah di foto wajahnya satu per satu, dikumpulkan, kemudian di jadikan mozaik yang mengkomunikasikan identitas fakultas atau kampus tersebut. Setiap mahasiswa terpampang, akan menimbulkan rasa kesatuan yang kuat antar mahasiswanya.

Lukisan Seribu Tangan
Tidak harus anak seni rupa, semua juga bisa. Setiap mahasiswa mencoreng satu garis dengan satu kuas dengan warna sendiri, kemudian garis tersebut dilanjutkan oleh satu garis dari mahasiswa lainnya dengan warnanya sendiri, begitu seterusnya. Semua di lakukan diatas bidang luas. Bidang ini nantinya akan menjadi lukisan yang abstrak, namun memiliki nilai tersendiri bagi mahasiswa2nya. Ini merupakan suatu kreasi yang menimbulkan kreatifitas baru, suatu inovasi proses.

Karya Antar Fakultas
Saya mengambil contoh gabungan antara mahasiswa bahasa, IT, dan Bisnis. Mahasiswa IT membuat software pengukur kemampuan bahasa asing. Mahasiswa bahasa akan memberi segala informasi tentang bahasa asing itu, dari mulai kata per kata yang dapat diterjemahkan, hingga ukuran tingkat kemampuan bahasa seseorang. Mahasiswa bisnis perlu meneliti kebutuhan pasar akan software pengukur kemampuan bahasa asing ini, sampai sejauh mana software ini dibutuhkan, hingga apa saja yang perlu dioptimalkan oleh software ini. Dengan adanya data2 ini, software akan lebih efektif dan efisien. Ketika semua sudah terencana, selanjutnya business-plan akan di rangkai oleh mahasiswa bisnis, selain sebagai guideline proyek, juga untuk proposal investor. Prototype dihasilkan, kemudian dikenalkan kepada target utama: mahasiswa-mahasiswa calon pertukaran pelajar ke luar negeri. Setelah nilai-nilai dari produk sampai ke target pasar, produksi. Aktifitas bisnis berjalan, kontrol. Dalam beberapa periode, evaluasi. Beri tambahan-tambahan fitur yang dapat lebih mengoptimalkan pemakaian software, tambahan fitur tersebut akan menjadi produk-produk tambahan yang juga termasuk dalam bisnis.
Dalam ide ini dari tidak adanya kreasi gabungan antar fakultas tentang kemudahan mengukur bahasa menjadi ada, dan kreatif komunikasi hingga inovasional terkandung dalam ide ini. Dan juga technology, process, product & service, hingga business model innovation dapat terangkum. Bahkan ide ini akan semakin mendukung “the world is flat” dimana setiap orang dari penjuru dunia bisa se-tingkat pengetahuannya karena kemudahan komunikasi antar bahasa yang dapat terukur.

Memang melaksanakan semua itu tidak semudah menulis blog ini. Banyak yang menghambat mahasiswa untuk menciptakan mahakarya. Tapi menurut saya sebenarnya semua hambatan-hambatan itu ada solusinya. Mungkin beberapa masalah yang sering menghambat mahasiswa, serta solusinya:

Tidak Ada Dana
1. Cari investor, atau donatur. Tujuannya kan berkarya, dan karya itu adalah sesuatu yang memiliki nilai, nilai itu berharga.
2. Mungkin jika ingin berkarya yang hanya coba-coba atau iseng, bisa cari dana dari aktifitas lain dulu yang lebih mendatangkan modal, seperti jadi asisten dosen, atau membantu tugas teman dengan cara positif.
3. Nabung! Ini yang sangat susah dilakukan mahasiswa. Uang Bulanan=Pengeluaran. Harusnya paling tidak 10% uang bulanan itu masuk deposito.

Terpaku Atau Terbatasi Oleh Pacar
1. Beri penjelasan bahwa karya adalah suatu kebanggaan. “kebanggan aku kebanggan kamu juga”
2. Buat karya yang juga mengangkat pacar. Misalnya jika ingin membuat karya dalam fotografi, jadikan pacar sebagai model. Atau dalam pembuatan software diatas, jadikan pacar sebagai orang yang mencoba pertama.
3. Putus, jika putus asa. Lebih baik kehilangan satu pacar daripada kehilangan satu kesempatan menciptakan mahakarya. Ada pepatah mengatakan “kesempatan tidak datang 2 kali” namun saya belum dengar “pacar tidak datang 2 kali. Tapi hati-hati! Lain halnya untuk suami atau istri, jangan disamakan.

Orang Tua: “kuliah dulu yang bener…”
1. Lakukan apa kata mereka, namun jangan berhenti dalam proses berkreatifitas atau berinovasi. Kenapa kuliah harus terbengkalai oleh proses tersebut.
2. Pandai mengatur waktu
3. Buktikan kepada mereka paling tidak kreasi atau inovasi yang dihasilkan membanggakan.

Yang terakhir ini saya juga agak susah mengatasinya: Hanya Mahasiswa (under-estimated), ini bisa menjatuhkan semangat, dan mungkin nilai dari kreasi yang diciptakan. Dampaknya kreasi atau inovasi atau mahakarya yang diciptakan jadi kurang berpengaruh. Mungkin solusi yang terbaik adalah: “whatever it takes, keep going, do the best” paling tidak ada usaha yang baik dalam proses.

Jika memang niat sudah tak terbendung, saya yakin pasti akan terbentuk pandangan bahwa hambatan-hambatan tadi hanya tantangan yang pasti terjadi dan pasti ditaklukkan. Atau malah jadi takut jika tantangan itu tidak ada, maka harga kepuasan dari suatu pencapaian juga tidak ada. Jadi yang terpenting adalah niat dan motivasi! Seperti kata seseorang “kreasi tercipta bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, tetapi juga ada kesempatan! Waspadalah! Waspadalah!”

Muhammad Pittrawan Saputra
11 Oktober 2011


Negara Maju Negara Kreatif

Kali ini saya ingin mengulas singkat saja tentang kemajuan suatu negara. Apa yang membuat negara maju? banyak faktor. Kreatifitas, salah satunya. Apa hubungannya kreatif dengan majunya suatu negara? Mungkin untuk membantu menjawab pertanyaan terakhir kita bisa ambil contoh dari negara maju. Saya membidik Amerika Serikat, karena tentu sudah dikenal sebagai negara adi daya. Selain itu, menurut saya Amerika Serikat merupakan salah satu negara paling kreatif di dunia.

Mengapa?

Amerika Serikat dulunya hanya sebuah daratan yang hanya sedikit sekali penduduk aslinya. pada masa colonial, 2 April 1513, rombongan penjelajah Juan Ponce de León di bawah bendera Spanyol berlabuh di-saat itu dia menamakan-La Florida. Ini merupakan pertama kalinya bangsa Eropa menginjak daratan inti Amerika. kemudian di lanjutkan oleh Inggris, Prancis, bahkan Rusia. Pribumi, yang sangat dikenal sebagai “Indian” pun mulai berkurang populasinya. Kemudian masyarakat Inggris yang mendiami tanah Amerika kebanyakan adalah orang-orang yang tidak ‘betah’ di negaranya sendiri akibat pajak yang sangat tinggi (Inggris sangat terkenal dengan pajak superior, bahkan hingga saati ini). Situasi ini yang membuat konflik kemudian pecah perang, yang berujung pada gabungan 13 koloni Inggris memerdekakan diri pada 4 Juli 1776. Setelah itu negara ini terus ekspansi merebut tanah Prancis “Lousiana”, tanah Rusia “Alaska”, dan banyak lagi termasuk California (Mexico). Kemudian terdeklarasi “Amerika Serikat”.

Orang- orang yang sering kita sebut “orang amerika” atau “American” sebenarnya bukan penduduk asli tanah amerika itu sendiri jika melihat nenek moyangnya. Kecuali orang berkulit merah, dengan mata agak sipit, ini merupakan keturunan pribumi tanah Amerika, lucunya kita lebih sering menyebut mereka “Indian” bukan “american”. Jadi bisa dibilang 90% lebih “American” itu berasal dari berbagai macam bangsa seluruh penjuru dunia. Hebatnya dengan kondisi budaya yang bercampur, Amerika tetap bisa mematenkan “American”. American Muscle, American Food, American Lifestyle, dan bahkan mungkin termasuk American Pie (nama kue atau judul film, tergantung sudut pandang anda). Labelisasi- labelisasi budaya ini menurut saya merupakan dampak dari kreatifitas para “american”. kreatifitas yang melahirkan karakteristik tersendiri hingga dunia identik dengan “american” terhadap karakter itu.

Balik ke pertanyaan “Apa hubungannya kreatif dengan majunya suatu negara?” saya melihat Amerika Serikat berhasil mengoptimalkan kreatifitas pada sektor industri dan sains. Kita ambil contoh Henry Ford. Adalah orang yang pertama kali menciptakan mobil…murah. Ya, ford yang sampai sekarang masih “exist” di dunia industri otomotif bermula dari mobil murahnya, saat itu Ford T Model. Ford berhasil menciptakan trobosan di masa sebuah mobil merupakan alat transportasi yang sangat eksklusif yang hanya dimiliki bangsawan saat itu, Ford menyulapnya menjadi alat yang terjangkau masyarakat. Menurut saya ini adalah bentuk kreatifitas yang luar biasa.

Dalam bidang sains, terutama astronomi, sudah pasti akan menjurus kepada Apollo 11. “That’s one small step for a man, one giant leap for mankind.” terucap dari mulut manusia pertama yang menginjak bulan, Neil Armstrong. Memang suatu mega-trobosan bagi umat manusia, dan ini juga dampak dari kreatifitas manusia. Memang masih dibayangi oleh kontroversi bahwa apa yang terjadi pada 20 Juli 1969 hanya rekayasa. Kalaupun rekayasa, tetap itu merupakan hasil kreatifitas manusia juga, kreatifitas dalam videografi. Nah, Amerika juga mantap dalam cinematografinya, semua tahu Hollywood pastinya kan? dan masih banyak bidang-bidang yang dikuasai Amerika akibat kreatifitas bangsanya.

Jika dibandingkan dengan Indonesia? Menurut saya kurang bijak saat-saat ini membandingkan Indonesia dengan Amerika Serikat dalam hal kreatifitas. Sangat relatif dan kurang efisien, penduduknya aja masih dikit yang baca blog. (secara tidak langsung udah ngebandingin tuh). Mungkin saya hanya bisa memberi pandangan saya terhadap optimalisasi kreatifitas kita. Karena menurut saya orang Indonesia itu kreatif-kreatif, cuma kurang mempengaruhi kemajuan negara dan bahkan masih banyak yang digunakan untuk hal negatif. Contoh “ojek payung”, menurut saya itu kreatif yang positif. membantu orang. tidak ada di negara lain. Tapi ya itu, tidak berpengaruh terhadap kemajuan suatu negara. Makanya mungkin harus lebih banyak lagi pemancing kreatifitas yang disodorkan ke masyarakat seperti ajang ide trobosan, porduk inovatif, macam-macam itu, bahkan sebaiknya diperluas targetnya untuk masyarakat menengah kebawah. Karena saya yakin, kreatifitas itu adalah potensi yang dimiliki setiap manusia, dan merupakan hak asasi manusia untuk meng-eksplor-nya.

Jakarta, 2 September 2011

Muhammad Pittrawan Saputra


INDONESIA DAN SYARIAH

Pada awal- awal kemerdekaan, Soekarno pernah mencetuskan bahwa Indonesia menganut sistem ekonomi koperasi. Sistem ini juga dimotori oleh Moh. Hatta yang kemudian menjadi bapak koperasi Indonesia. Secara normatif, landasan sistem ekonomi Indonesia adalah Pancasila. Hal ini dituangkan ke dalam pasal 33 UUD 45. Pada UUD 45 pasal 3 ayat 1 tertulis “perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.” Ini menunjukkan sang sistem ekonomi koperasi berperan di UUD 45. Namun jika melihat UUD 45 pasal 33 ayat 2: cabang- cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Ini mengarah kepada sistem ekonomi sosialis, dimana kegiatan ekonomi dikuasai oleh pemerintah pusat. Dan jika melihat kondisi Indonesia sekarang, dimana sudah banyak investor- investor lokal maupun asing yang berkontribusi dalam perekonomian negara Indonesia, ini mengarah pada sistem ekonomi kapitalis. Belum lagi sempat beredar rumor neo-liberalisme yang sempat membuat pemerintah kebakaran jenggot dan langsung membantahnya. Jadi sebenarnya sistem ekonomi mana yang dianut oleh negara kita?

Memang secara teori global, sistem ekonomi ada 3 macam, yaitu: kapitalis, sosialis, dan campuran. Beberapa ahli ekonomi mengatakan bahwa sistem ekonomi yang kita anut adalah campuran. Pada dasarnya, sistem ekonomi campuran merupakan bentuk gabungan dari 2 sistem ekonomi: kapitalis dan sosialis. Tapi jika kembali melihat kondisi perekonomian Indonesia seperti yang sudah dibahas diatas, mungkin lebih tepat jika dikatakan “sistem campur aduk” karena lebih dari sekedar campuran kapitalis dan sosialis, ada juga sistem koperasi. Dan ditambah yang baru muncul adalah sistem syariah.

Ekonomi syariah dikenal oleh masyarakat Indonesia baru pada tahun 1990. Mungkin agak ironis melihat sebagian besar penduduk Indonesia berkepercayaan pada asal- mulanya sistem ekonomi syariah. Syariah berasal dari ajaran umat Islam yang tertulis didalam Al-Quran. Di dalam surat Al Baqarah ayat 275 dijelaskan bahwa haram bagi orang- orang yang mengambil riba (lebih) dari pinjaman atau pertukaran barang sejenis. Ini yang menjadi dasar dari Syariah. Bisa ditafsirkan sistem ekonomi syariah adalah sistem ekonomi yang mengatur keseimbangan setiap pelaku kegiatan ekonomi. Tidak ada pihak yang sangat berkuasa, dan tidak ada pihak yang sangat dipengaruhi. Syariah memiliki 4 pilar yang menopang sistemnya: kesatuan, keseimbangan, kebebasan, tanggung jawab. Ciri yang sangat unik dari syariah adalah sistem bagi hasil. Sistem ekonomi konvensional sangat identik dengan sistem bunga sebagai instrumen keuntungannya, sedangkan syariah sangat mengedepankan sistem bagi hasil sebagai instrumen keuntungannya. Dengan begitu sistem syariah menjaga kestabilan kekayaan. Tidak ada yang terlalu miskin dan juga tidak ada yang terlalu kaya. Hal ini menopang keselarasan kehidupan manusia.

Melihat sistemnya syariah, mungkin muncul dibenak: koperasi. Ya memang bisa dikatakan sistem koperasi hampir sama dengan syariah. Mungkin pada awal kemerdekaan Bung Karno dan Bung Hatta sudah melihat bahwa sistem syariah sangat memiliki potensial yang bagus dalam membangun negara bekas jajahan bangsa Eropa yang sangat tidak mengenal sistem kekeluargaan. Namun karena yang dibangun adalah negara persatuan dimana warga negaranya tidak berkeyakinan pada satu kepercayaan dan juga memiliki kebudayaan yang beragam, mungkin agar tetap bisa diterima oleh masyarakat, Bung Karno dan Bung Hatta mencoba menyesuaikan syariah dengan kondisi tersebut, dan dinamakan sebagai sistem ekonomi koperasi.

Tidak bisa dipungkiri bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia masih tinggi dan tingkat pengangguran juga masih tinggi. Ya kata-kata “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin” mungkin sudah biasa terdengar. Sistem kapitalis, sistem sosialis, sistem koperasi, sistem syariah, mungkin menggabungkannya menjadi ekonomi campur aduk adalah keyakinan pemerintah sebagai solusi. Solusi? Atau ingin cari aman? Karena pada kenyatanya kalimat “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin” makin terdengar. Mengapa pemerintah tidak meneruskan fokus pada sistem ekonomi koperasi yang sudah dirumuskan pada masa Soekarno-Hatta demi pembangunan Indonesia? “perkembangan zaman” kerap kali menjadi jawaban dari pertanyaan tersebut. Dapat dilihat perkembangan zaman sudah dapat membawa syariah kepada masyarakat dunia terutama kepada masyarakat Indonesia sendiri, seperti bank – bank konvensional sudah banyak yang mendirikan anak cabang yang berbasis syariah, dan banyak badan-badan usaha yang juga sudah menganut asas syariah. Syariah sebenarnya sudah dapat dikuliti dari koperasi untuk masyarakat Indonesia. Dan seharusnya dapat menjadi solusi untuk ekonomi yang lebih baik yang dapat menjaga keselerasan sosial di Indonesia.

Bandung, 18 Agustus 2011

Muhammad Pittrawan Saputra


Nama Nama Nama

Awal dari sebuah perkenalan adalah penyampaian sebuah nama. Namun apalah arti sebuah nama. Ya, kita sering kali mendengar sajak kuno “apalah arti sebuah nama”. Mengapa ‘orang-dulu’ sering menggunakan sajak tersebut? Menurut saya itu karena mereka hidup di zaman saat belum tersedianya wikipedia! Mereka sangat bingung mengartikan kata ‘nama’, harus mencari tahu kemana? Akibat putus asa mereka mungkin mengucapkan “apalah arti sebuah nama” dengan maksud: susah-susah amat cari arti nama, engga penting juga. Beruntung sekarang kita hidup di zaman modern, jika penasaran dengan arti ‘nama’ tinggal cari di google saja, klik, beres.
Kalau kata Wikipedia: Nama adalah sebutan atau label yang diberikan kepada benda, manusia, tempat, produk (misalnya merek produk) dan bahkan gagasan atau konsep, yang biasanya digunakan untuk membedakan satu sama lain. Nama dapat dipakai untuk mengenali sekelompok atau hanya sebuah benda dalam konteks yang unik mapun yang diberikan.
Betul kata orang zaman dulu, tidak penting. Karena menurut saya yang terpenting adalah bukan arti kata ‘nama’ melainkan nama yang diberikan itu yang harus dicari tahu arti atau maknanya. (saya juga tahu maksud sebenarnya “apalah arti sebuah nama”, saya cuma ingin melesetkan sedikit, memberi paradigma baru tentang sajak itu).

Nama, dalam konteks nama untuk manusia, biasanya terdiri dari nama depan, nama tengah, dan nama belakang. Nama tengah biasanya untuk nama panggilan, atau bahkan julukan. Nama belakang untuk nama marga biasanya. Rangkaian kata-kata tersebut bersatu menjadi nama lengkap. Nama lengkap biasanya untuk KTP. Apapun maksudnya, inti dari sebuah nama diberikan kepada seseorang adalah untuk sarana identifikasi. Kemudian karena value manusia sangat tinggi, pemberian nama pun sangat di perhatikan. Makna-makana terbaik hasil seleksi mengisi rangkaian kata-kata nama.

Muhammad Pittrawan Saputra Munir, begitu tertulis di Akta kelahiran saya, di sebelah kata ‘nama:’. Benar, ada nama depan, tengah, dan belakang. Cuma, apa itu ada satu kata lagi? Kalo kata Ayah saya yang terakhir itu nama keluarga. Benar juga, mengingat Ayah saya namanya Raizal Munir. Loh, Ayah saya tidak ada nama tengahnya? Katanya sih biar kalau mengisi formulir bisa cepat. Jadi nama tengah saya itu sebenarnya “Pittrawan Saputra”. Diberikan oleh ibu saya. “Pittrawan” itu kalau tidak salah maksudnya gabungan dari Pittsburgh-putra-one karena saya anak pertama yang ternyata laki-laki dan lahir di kota Pittsburgh, USA. Dan “Saputra” mungkin sama artinya sama “saputra”-nya si Nicholas. Kemudian di tambahkan oleh Ayah saya “Muhammad” didepan sebagai panutan maksudnya dan “Munir” sebagai nama keluarga. Awalnya saya menanggapi pemberian makna nama tersebut biasa saja. Namun setelah tahu bahwa di twitter hanya ada 3 dari seluruh dunia yang bernama Pittra (nama panggilan saya), Saya menyadari bahwa “Pittra” adalah hal ter-kreatif yang pernah orang tua saya ciptakan.

Oleh karena nama saya diberikan orang tua saya untuk saya seorang dan tidak ada ‘copyright’ saya akhirnya memaknai sendiri kata “Pittra” yang saya miliki. Saya menjadikan kata tersebut sebagai gabungan dari nilai-nilai yang perlu saya junjung tinggi dalam hidup saya.
P untuk panutan sebagai manusia biasa saya perlu memiliki seorang panutan sebagai kiblat prilaku yang semestinya dilakukan dalam suatu situasi. Memang saya kaitkan dengan kata pertama “Muhammad” sebagai panutan utama saya. Dan saya harus menjadi seorang panutan bagi orang lain.
I untuk inspirasi karena saya butuh banyak inspirasi dalam setiap menciptakan sesuatu. Dan saya harus bisa menciptakan inspirasi untuk orang lain.
T pertama untuk Tuhan menurut saya nilai-nilai Ketuhanan perlu ditanamkan. Dalam hal ini terkait dengan keyakinan yang akan membimbing intelenjensi spiritual seorang manusia.
T kedua untuk tantangan hal ini adalah hal paling sulit diterima namun menurut saya tantangan sangat berperan sebagai penguji kemampuan.
R untuk Relasi tentu saja sebagai makhluk sosial, manusia itu saling membutuhkan satu sama lain. Namun tidak semudah itu, mengelola hubungan antar manusia menurut saya sangat penting karena akan berpengaruh terhadap pola hidup.
A untuk akal terkait dengan kecerdasan untuk mengatasi segala masalah dalam situasi apapun. Karena akal dari seorang manusia, banyak perubahan yang tercipta untuk kehidupan dunia yang lebih baik.

Kembali kepada sajak “apalah arti sebuah nama” yang mungkin salah satu maknanya adalah tidaklah penting nama seseorang, yang penting adalah perbuatan orang tersebut. Saya tidak setuju. Enak aja arti nama dibilang tidak penting. Untuk apa orang tua mencarikan nama susah-susah kalau ternyata dibilang tidak penting? Seharusnya arti nama itu menjadi sebuah acuan dalam hidup yang akan mengarahkan perbuatan seseorang.

Bandung 17 Agustus 2011

Muhammad Pittrawan Saputra