Nama Nama Nama

Awal dari sebuah perkenalan adalah penyampaian sebuah nama. Namun apalah arti sebuah nama. Ya, kita sering kali mendengar sajak kuno “apalah arti sebuah nama”. Mengapa ‘orang-dulu’ sering menggunakan sajak tersebut? Menurut saya itu karena mereka hidup di zaman saat belum tersedianya wikipedia! Mereka sangat bingung mengartikan kata ‘nama’, harus mencari tahu kemana? Akibat putus asa mereka mungkin mengucapkan “apalah arti sebuah nama” dengan maksud: susah-susah amat cari arti nama, engga penting juga. Beruntung sekarang kita hidup di zaman modern, jika penasaran dengan arti ‘nama’ tinggal cari di google saja, klik, beres.
Kalau kata Wikipedia: Nama adalah sebutan atau label yang diberikan kepada benda, manusia, tempat, produk (misalnya merek produk) dan bahkan gagasan atau konsep, yang biasanya digunakan untuk membedakan satu sama lain. Nama dapat dipakai untuk mengenali sekelompok atau hanya sebuah benda dalam konteks yang unik mapun yang diberikan.
Betul kata orang zaman dulu, tidak penting. Karena menurut saya yang terpenting adalah bukan arti kata ‘nama’ melainkan nama yang diberikan itu yang harus dicari tahu arti atau maknanya. (saya juga tahu maksud sebenarnya “apalah arti sebuah nama”, saya cuma ingin melesetkan sedikit, memberi paradigma baru tentang sajak itu).

Nama, dalam konteks nama untuk manusia, biasanya terdiri dari nama depan, nama tengah, dan nama belakang. Nama tengah biasanya untuk nama panggilan, atau bahkan julukan. Nama belakang untuk nama marga biasanya. Rangkaian kata-kata tersebut bersatu menjadi nama lengkap. Nama lengkap biasanya untuk KTP. Apapun maksudnya, inti dari sebuah nama diberikan kepada seseorang adalah untuk sarana identifikasi. Kemudian karena value manusia sangat tinggi, pemberian nama pun sangat di perhatikan. Makna-makana terbaik hasil seleksi mengisi rangkaian kata-kata nama.

Muhammad Pittrawan Saputra Munir, begitu tertulis di Akta kelahiran saya, di sebelah kata ‘nama:’. Benar, ada nama depan, tengah, dan belakang. Cuma, apa itu ada satu kata lagi? Kalo kata Ayah saya yang terakhir itu nama keluarga. Benar juga, mengingat Ayah saya namanya Raizal Munir. Loh, Ayah saya tidak ada nama tengahnya? Katanya sih biar kalau mengisi formulir bisa cepat. Jadi nama tengah saya itu sebenarnya “Pittrawan Saputra”. Diberikan oleh ibu saya. “Pittrawan” itu kalau tidak salah maksudnya gabungan dari Pittsburgh-putra-one karena saya anak pertama yang ternyata laki-laki dan lahir di kota Pittsburgh, USA. Dan “Saputra” mungkin sama artinya sama “saputra”-nya si Nicholas. Kemudian di tambahkan oleh Ayah saya “Muhammad” didepan sebagai panutan maksudnya dan “Munir” sebagai nama keluarga. Awalnya saya menanggapi pemberian makna nama tersebut biasa saja. Namun setelah tahu bahwa di twitter hanya ada 3 dari seluruh dunia yang bernama Pittra (nama panggilan saya), Saya menyadari bahwa “Pittra” adalah hal ter-kreatif yang pernah orang tua saya ciptakan.

Oleh karena nama saya diberikan orang tua saya untuk saya seorang dan tidak ada ‘copyright’ saya akhirnya memaknai sendiri kata “Pittra” yang saya miliki. Saya menjadikan kata tersebut sebagai gabungan dari nilai-nilai yang perlu saya junjung tinggi dalam hidup saya.
P untuk panutan sebagai manusia biasa saya perlu memiliki seorang panutan sebagai kiblat prilaku yang semestinya dilakukan dalam suatu situasi. Memang saya kaitkan dengan kata pertama “Muhammad” sebagai panutan utama saya. Dan saya harus menjadi seorang panutan bagi orang lain.
I untuk inspirasi karena saya butuh banyak inspirasi dalam setiap menciptakan sesuatu. Dan saya harus bisa menciptakan inspirasi untuk orang lain.
T pertama untuk Tuhan menurut saya nilai-nilai Ketuhanan perlu ditanamkan. Dalam hal ini terkait dengan keyakinan yang akan membimbing intelenjensi spiritual seorang manusia.
T kedua untuk tantangan hal ini adalah hal paling sulit diterima namun menurut saya tantangan sangat berperan sebagai penguji kemampuan.
R untuk Relasi tentu saja sebagai makhluk sosial, manusia itu saling membutuhkan satu sama lain. Namun tidak semudah itu, mengelola hubungan antar manusia menurut saya sangat penting karena akan berpengaruh terhadap pola hidup.
A untuk akal terkait dengan kecerdasan untuk mengatasi segala masalah dalam situasi apapun. Karena akal dari seorang manusia, banyak perubahan yang tercipta untuk kehidupan dunia yang lebih baik.

Kembali kepada sajak “apalah arti sebuah nama” yang mungkin salah satu maknanya adalah tidaklah penting nama seseorang, yang penting adalah perbuatan orang tersebut. Saya tidak setuju. Enak aja arti nama dibilang tidak penting. Untuk apa orang tua mencarikan nama susah-susah kalau ternyata dibilang tidak penting? Seharusnya arti nama itu menjadi sebuah acuan dalam hidup yang akan mengarahkan perbuatan seseorang.

Bandung 17 Agustus 2011

Muhammad Pittrawan Saputra

Iklan

One response to “Nama Nama Nama

  • Naya

    I think every parent must have special meaning in the name of their babies. As for me, the name given consists of the hope the parents have for the baby in the future. And it’s good for the children to look upon their names to remind them of who they truly are.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s