Mahasiswa, Mahakarya

Mahasiswa, Mahakarya

Mahasiswa, mahasiswa. Mungkin terpikir tentang catatan berserakan, kamar berantakan, fotokopi-an, buku tebal, uang pas-pas-an. Mungkin terpikir, kerjaannya hanya kuliah, kuliah, dan.. Salah, mungkin bangun, kuliah, makan, tidur.
Ya, memang semua itu betul. Saat blog ini ditulis saya juga seorang mahasiswa, melakukan hal-hal tersebut. Namun saya juga terpikir apa cuma itu yang bisa dilakukan oleh seorang mahasiswa?

Jika fokusnya hanya kuliah, saya yakin ada di tingkat-tingkat tertentu yang menyediakan banyak waktu senggang. Dan ditambah kuliah pada umumnya bisa ditentukan jadwalnya. Jadi menurut saya banyak ruang yang terisi oleh peluang. Dibanding saat sudah memiliki pekerjaan, apalagi memiliki istri dan anak, saya rasa ruang itu akan dipenuhi oleh tuntutan uang. Maka penting saat-saat berharga seorang mahasiswa dimanfaatkan untuk menghasilkan suatu mahakarya.

Potret Wajah Untuk Fakultas
Mungkin kreasi ini banyak diminati oleh para mahasiswa dari jurusan Desain Komunikasi Visual, namun menurut saya semua bisa melakukannya. Setiap tahun pasti ada sejumlah mahasiswa baru yang akan memulai kuliah. Daripada “gojlok-gojlokan” tidak jelas, lebih baik adik-adik yang baru masuk kuliah di foto wajahnya satu per satu, dikumpulkan, kemudian di jadikan mozaik yang mengkomunikasikan identitas fakultas atau kampus tersebut. Setiap mahasiswa terpampang, akan menimbulkan rasa kesatuan yang kuat antar mahasiswanya.

Lukisan Seribu Tangan
Tidak harus anak seni rupa, semua juga bisa. Setiap mahasiswa mencoreng satu garis dengan satu kuas dengan warna sendiri, kemudian garis tersebut dilanjutkan oleh satu garis dari mahasiswa lainnya dengan warnanya sendiri, begitu seterusnya. Semua di lakukan diatas bidang luas. Bidang ini nantinya akan menjadi lukisan yang abstrak, namun memiliki nilai tersendiri bagi mahasiswa2nya. Ini merupakan suatu kreasi yang menimbulkan kreatifitas baru, suatu inovasi proses.

Karya Antar Fakultas
Saya mengambil contoh gabungan antara mahasiswa bahasa, IT, dan Bisnis. Mahasiswa IT membuat software pengukur kemampuan bahasa asing. Mahasiswa bahasa akan memberi segala informasi tentang bahasa asing itu, dari mulai kata per kata yang dapat diterjemahkan, hingga ukuran tingkat kemampuan bahasa seseorang. Mahasiswa bisnis perlu meneliti kebutuhan pasar akan software pengukur kemampuan bahasa asing ini, sampai sejauh mana software ini dibutuhkan, hingga apa saja yang perlu dioptimalkan oleh software ini. Dengan adanya data2 ini, software akan lebih efektif dan efisien. Ketika semua sudah terencana, selanjutnya business-plan akan di rangkai oleh mahasiswa bisnis, selain sebagai guideline proyek, juga untuk proposal investor. Prototype dihasilkan, kemudian dikenalkan kepada target utama: mahasiswa-mahasiswa calon pertukaran pelajar ke luar negeri. Setelah nilai-nilai dari produk sampai ke target pasar, produksi. Aktifitas bisnis berjalan, kontrol. Dalam beberapa periode, evaluasi. Beri tambahan-tambahan fitur yang dapat lebih mengoptimalkan pemakaian software, tambahan fitur tersebut akan menjadi produk-produk tambahan yang juga termasuk dalam bisnis.
Dalam ide ini dari tidak adanya kreasi gabungan antar fakultas tentang kemudahan mengukur bahasa menjadi ada, dan kreatif komunikasi hingga inovasional terkandung dalam ide ini. Dan juga technology, process, product & service, hingga business model innovation dapat terangkum. Bahkan ide ini akan semakin mendukung “the world is flat” dimana setiap orang dari penjuru dunia bisa se-tingkat pengetahuannya karena kemudahan komunikasi antar bahasa yang dapat terukur.

Memang melaksanakan semua itu tidak semudah menulis blog ini. Banyak yang menghambat mahasiswa untuk menciptakan mahakarya. Tapi menurut saya sebenarnya semua hambatan-hambatan itu ada solusinya. Mungkin beberapa masalah yang sering menghambat mahasiswa, serta solusinya:

Tidak Ada Dana
1. Cari investor, atau donatur. Tujuannya kan berkarya, dan karya itu adalah sesuatu yang memiliki nilai, nilai itu berharga.
2. Mungkin jika ingin berkarya yang hanya coba-coba atau iseng, bisa cari dana dari aktifitas lain dulu yang lebih mendatangkan modal, seperti jadi asisten dosen, atau membantu tugas teman dengan cara positif.
3. Nabung! Ini yang sangat susah dilakukan mahasiswa. Uang Bulanan=Pengeluaran. Harusnya paling tidak 10% uang bulanan itu masuk deposito.

Terpaku Atau Terbatasi Oleh Pacar
1. Beri penjelasan bahwa karya adalah suatu kebanggaan. “kebanggan aku kebanggan kamu juga”
2. Buat karya yang juga mengangkat pacar. Misalnya jika ingin membuat karya dalam fotografi, jadikan pacar sebagai model. Atau dalam pembuatan software diatas, jadikan pacar sebagai orang yang mencoba pertama.
3. Putus, jika putus asa. Lebih baik kehilangan satu pacar daripada kehilangan satu kesempatan menciptakan mahakarya. Ada pepatah mengatakan “kesempatan tidak datang 2 kali” namun saya belum dengar “pacar tidak datang 2 kali. Tapi hati-hati! Lain halnya untuk suami atau istri, jangan disamakan.

Orang Tua: “kuliah dulu yang bener…”
1. Lakukan apa kata mereka, namun jangan berhenti dalam proses berkreatifitas atau berinovasi. Kenapa kuliah harus terbengkalai oleh proses tersebut.
2. Pandai mengatur waktu
3. Buktikan kepada mereka paling tidak kreasi atau inovasi yang dihasilkan membanggakan.

Yang terakhir ini saya juga agak susah mengatasinya: Hanya Mahasiswa (under-estimated), ini bisa menjatuhkan semangat, dan mungkin nilai dari kreasi yang diciptakan. Dampaknya kreasi atau inovasi atau mahakarya yang diciptakan jadi kurang berpengaruh. Mungkin solusi yang terbaik adalah: “whatever it takes, keep going, do the best” paling tidak ada usaha yang baik dalam proses.

Jika memang niat sudah tak terbendung, saya yakin pasti akan terbentuk pandangan bahwa hambatan-hambatan tadi hanya tantangan yang pasti terjadi dan pasti ditaklukkan. Atau malah jadi takut jika tantangan itu tidak ada, maka harga kepuasan dari suatu pencapaian juga tidak ada. Jadi yang terpenting adalah niat dan motivasi! Seperti kata seseorang “kreasi tercipta bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, tetapi juga ada kesempatan! Waspadalah! Waspadalah!”

Muhammad Pittrawan Saputra
11 Oktober 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: