Category Archives: Business & Economics

Inovasi Paling Berpengaruh

Seperti judulnya, kali ini saya akan memandang sudut inovasi yang paling berpengaruh, bagi saya paling tidak. Untuk mencakup lebih, saya akan melihat tidak hanya pada satu inovasi, tetapi 3 inovasi. 3 inovasi ini akan saya urutkan dari yang paling berpengaruh.

1. Listrik
Sebenarnya penemuan listrik masih kontroversial. Siapa sebenarnya yang pertama kali menemukan listrik. Menurut saya listrik sebenarnya tidak ada penemu pertamanya, karena petir juga merupakan bentuk dari listrik. Hanya memang banyak tokoh yang berhasil menjadikan listrik menjadi sistem yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Otto von Guericke, Benjamin Franklin, Thomas Alva Edison, Alessandro Volta, Michael Faraday, Nikola Tesla, Heinrich Hertz adalah beberapa dari banyak ilmuwan yang sangat berjasa dalam evolusi pelistrikan. Bayangkan jika tidak ada sistem pelistrikan hingga sekarang. Hampir semua kemajuan teknologi hingga saat ini didasari oleh listrik. Hampir semua kegiatan manusia didaya-i oleh listrik. Saat “mati lampu”, kegiatan manusia bisa berkurang hingga 80%. Dan bagi beberapa industri, berapa banyak kerugian yang tidak bisa diminta pertanggung-jawaban ke perusahaan listrik. Maka dari itu, menurut saya pelistrikan adalah Inovasi yang paling berpengaruh bagi saya dan kehidupan manusia.

2. Sistem Radio
Sistem Radio disini termasuk gelombang, elektromagnetik, frekuensi, sinyal, dan sebagainya. Inovasi Sistem Radio menurut saya merupakan Inovasi yang paling berpengaruh dalam kehidupan manusia setelah listrik. Dengan ditemukannya sistem radio, penyebaran informasi menjadi semakin efisien dan efektif. Sebelum adanya sistem radio, orang mengirim informasi menggunakan surat yang dipercayakan kepada pengirimnya. Butuh waktu yang lama untuk sampai kepada penerima informasi. Atau untuk penyebaran informasi menggunakan poster, yang juga masih banyak digunakan saat ini. Namun setelah ada – paling tidak – radio, informasi massal dapat didengar dari tempat yang jauh. Begitu juga televisi. Kemudian berkembang menjadi telepon selular hingga sistem wireless. Dengan adanya sistem radio, pemerataan informasi menjadi lebih luas. Dengan itu, dunia mulai merata. “The World Is Going To Flat”

3. Jaringan Internet
Apa yang tidak bisa didapat dari Internet? Memang jika tidak ada internet, manusia masih bisa mendapatkan informasi dengan cara lain. Tetapi usaha yang dilakukan sering kali tidak sepadan dengan apa yang didapat. Untuk mencari tahu tentang siapa penjelajah penemu Machu-Pichu di Peru, harus pergi ke perpustakaan atau toko buku, mencari bukunya, mungkin sebelum mencari bukunya berdoa terlebih dahulu agar bukunya tersedia, baru kemudian didapat satu nama penjelajah tersebut. Dengan internet, tinggal memasukkan kata kunci dalam search engine, enter. Lihat sejauh mana internet memangkas usaha tidak sepadan. Internet mempermudah dan mempercepat dalam menyebarkan informasi dan mencari informasi. Dan selain itu, Internet juga memicu kreatifitas karena tersedia banyak referensi dan situs yang dapat mengapresiasi beragam karya. Dengan adanya internet, dunia menjadi rata. orang yang tinggal di Amerika dengan orang yang tinggal di Papua Nugini bisa mengetahui informasi yang sama di waktu yang sama. Dengan begitu tingkat pengetahuannya bisa setara. “The World Is Flat”

Iklan

Kreatif

Berbicara tentang kreatifitas seperti berbicara tentang agama. Tidak memiliki penobatan yang paling dinobatkan. Nilai kreatifitas tertinggi ada pada penggagasnya. Orang lain boleh menilai, tapi tidak boleh mematikan. Banyak yang mengikuti, banyak juga yang menjatuhkan. Intinya kreatif adalah suatu nilai yang berpengaruh bagi sang penggagas, dan bahkan orang lain.

Perlu atau tidak? Saya rasa tidak. Kata “perlu” mengindikasikan adanya tuntutan. Menurut saya kreatif itu tidak bisa dipaksakan. Kreatifitas akan mencapai nilai tertingginya saat dilakukan sesuai passion sang penggagas. Passion ada karena memang ada niat dalam bidang tersebut. Dan kalau memang sudah berasal dari niat yang menghasilkan passion, maka yang dikejar adalah tujuan, bukan kreatifitas. Kreatifitas akan timbul sendirinya saat proses mengejar tujuan tersebut. Seperti berbicara tentang agama. Agama yang dipaksakan tidak akan sekuat dengan agama yang dipelajari oleh proses.

Mungkin saya akan mengambil contoh dari beberapa tokoh yang menurut saya pernah mencapai nilai kreatifitas tertingginya yang mungkin dapat dikenang sepanjang masa.

John Lennon

Semua orang tahu John Lennon. Puncak kejayaannya adalah ketika John bersama The Beatles. John banyak menyiptakan lagu-lagu yang dibawakan Beatles. Bahkan hampir setiap karyanya menjadi hits. Dan yang paling menunjukkan John sangat kreatif adalah pesan-pesan tersirat dalam setiap lirik buatannya. Satu sajak bisa mengartikan lebih dari satu makna. Seperti “…I get high with a little help from my friends…” adalah satu bait dalam lagu Beatles berjudul With A Little Help From My Friends. Bait ini mengartikan bahwa dia dapat seperti itu karena teman-teman Beatles. Selain itu juga diartikan John banyak terinspirasi oleh musisi-musisi pendahulunya seperti Elvis Presley dan Bob Dylan. Dan ada satu lagi yang paling sering dibicarakan orang adalah bait tersebut penggambaran suasana ketika John sedang terpengaruh oleh marijuana (get high) yang diperkenalkan oleh Bob Dylan pada tahun 1964 di Amerika.

Geroge Harrison

George Harrison juga salah satu anggota The Beatles. Dia turut juga menciptakan lagu-lagu Beatles namun tidak sebanyak John atau Paul. Meskipun demikian, lagu-lagu George sangat berbeda dengan lagu-lagu John dan Paul bahkan lagu ciptaanya beberapa lebih indah. Disamping itu George lah yang banyak memberi pelajaran terhadap John, terutama tentang bermain gitar dan sitar.

Johnny Depp

Kreatifitasnya sangat luar biasa. Dia bisa merubah dirinya menjadi karakter-karakter unik di setiap film yang dibintanginya. Captain Jack Sparrow, Willy Wonka, Mad Hatter, Sweeney Todd, Donnie Brasco, Mort Rainey, dan Agent Jeffrey Sheldon Sands adalah tokoh-tokoh unik yang berhasil dimainkan oleh Jhonny Depp. Setiap karakter-karakter tersebut dimainkan dengan khas yang selalu berbeda oleh Depp. “he could be anyone, anything.”

George Lucas

Dari seorang George Lucas, Star Wars lahir. Dia menulis cerita Star Wars sudah dari tahun 70-an. Namun Star Wars masih “hidup” sampai saat ini. Saat membuat film Star Wars, George sadar bahwa teknologi saat itu belum bisa mewujudkan seluruh cerita Star Wars ke dalam sebuah film. Alhasil dia bagi ceritanya dalam dua trilogy. Yang di-film-kan lebih awal justru trilogy keduanya yaitu Star Wars episode: IV, V, VI pada tahun 1977, 1980, 1983. Baru dilanjutkan pada tahun 1999: Star Wars episode I, 2002: Star Wars episode II, 2005: Star Wars episode III. Trilogy pertama baru terlakasana mulai tahun 1999 karena baru tersedia teknologi yang dapat mewujudkan keindahan Age of Republic.

Al-Khawarizmi

Saat sekolah menengah pertama, tepatnya mungkin saat kelas 7, kita diajari rumus matematika yang di sebut Aljabar. Al-Khawarizmi adalah pencetus rumus tersebut. Dia menjadi guru bagi orang-orang Eropa pada masanya. Rumus-rumus yang dicetus oleh Al-Khawarizmi seperti aritmatika, geometri, aljabar adalah perhitungan-perhitungan yang menjadi dasar dari setiap penemuan-penemuan di masa jauh setelah masa beliau.

Soekarno

Soekarno memang presiden pertama Indonesia. Namun saya tidak akan membahas sisi politiknya. Saya melihat sisi lain dari sang proklamator ini sangat beragam dan menurut saya jauh lebih baik dari sisi politiknya. Dia adalah arsitek, seniman, mesin ide. Di zamannya, sangat jarang seorang presiden berpenampilan menarik. Jas atau safari berwarna terang, kacamata hitam, adalah ciri khasnya. Indikasi dari seorang seniman. Salah satu Om saya pernah menunjukkan kepada saya sebuah buku yang berisi koleksi-koleksi lukisan karya Soekarno. Sangat indah namun unik. Sangat tidak disangka bahwa yang saya lihat adalah karya seorang proklamator. Disamping itu Soekarno juga pernah merancang beberapa gedung yang artistik. Salah satunya adalah salah satu gedung di ITB.

Leornado Da Vinci

Menurut saya Da Vinci adalah manusia ter-kreatif setelah abad 14 hingga saat ini. Dia seperti melahirkan ide setiap detik dan beberapa jam kemudian ide-ide tersebut dapat tergabung menjadi suatu karya trobosan dalam sebuah sketsa. Kemudian dalam beberapa bulan sketsa-sketsa tersebut menjadi wujud nyata dalam bentuk prototype. Prototype yang gagal. Gagal karena tekhnologi pada masanya tidak ada yang dapat mendukung karyanya. Namun di masa sekarang, ada beberapa insinyur yang mencoba mewujudkan sketsa Da Vinci. Semua sketsa yang dicoba untuk di wujudkan berhasil menjadi trobosan. Pesawat terbang, helikopter, tank merupakan teknologi yang awalnya berasal dari sketsa Da Vinci. Jadi menurut saya dia adalah manusia yang salah waktu lahir. Namun dilain hal, lukisan-lukisannya juga sangat terkenal. Salah satunya Mona Lisa. Ironisnya pada zamannya belum ada cat-cat kimiawi yang seperti digunakan pada masa sekarang. Da Vinci melukis dengan menggunakan pewarna-pewarna alami seperti telur, daun-daunan, dan sebagainya.

Masih banyak lagi yang menurut saya merupakan orang-orang yang sangat kreatif yang pernah ada di Bumi.
Setelah melihat kreatifitas dari sisi peronal, saya akan mencoba melihat kreatifitas dari sisi perusahaan. Ada beberapa perusahaan atau organisasi yang menurut saya paling kreatif.

Coca-cola Company

Menurut saya coca-cola company pada masanya awal-awal produk minuman coca-cola diterima masyarakat luas adalah saat ter-kreatif-nya. Karena coca-cola termasuk minuman yang unik, lain dari yang lain saat itu. Berani memasukkan unsur carbon kedalam minumannya. Bahkan pada awal-awal coca-cola diciptakan, minuman itu mengandung sedikit cocaine.

The Walt Disney Company

Walt Disney berhasil menciptakan tokoh-tokoh kartun serta kisah-kisah ringan yang sangat digemari oleh anak-anak diseluruh dunia. Perusahaan ini juga expand membuat DisneyLand dibeberapa tempat di dunia. Perusahaan ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak-anak.

Jerry Bruckheimer Production

Jerry Bruckheimer Production banyak menciptakan film-film sepanjang masa yang unik dan khas. Diantaranya Pirates Of The Carribean, Black Hawk Down, Top Gun, The Rock, Bad Boys, dan menurut saya produksi terbaiknya adalah ketika menggandeng Michael Bay sebagai sutradara untuk film Armageddon. Memang banyak dari film-film tersebut Jerry Bruckheimer juga bekerja sama dengan perusahaan lain seperti Paramount Pictures, Touchstone Pictures, dan banyak lagi, namun setiap film-film nya memiliki ciri khas Jerry Bruckheimer. Selain film layar lebar, Jerry Bruckheimer juga memproduksi film tv seri seperti CSI, Without a Trace, Skin, Justice, The Forgotten, dan banyak lagi.

Dari sekian contoh-contoh baik personal maupun perusahaan, mungkin dapat membantu memperjelas bentuk dari sebuah kreatifitas yang abadi. Ya, lagi-lagi seperti berbicara tentang agama, abadi, berpengaruh bagi orang banyak meskipun berasal dari satu penggagas, dan banyak penilaian-penilaian dari beragam sudut pandang.

Muhammad Pittrawan Saputra
23 Oktober 2011


INDONESIA DAN SYARIAH

Pada awal- awal kemerdekaan, Soekarno pernah mencetuskan bahwa Indonesia menganut sistem ekonomi koperasi. Sistem ini juga dimotori oleh Moh. Hatta yang kemudian menjadi bapak koperasi Indonesia. Secara normatif, landasan sistem ekonomi Indonesia adalah Pancasila. Hal ini dituangkan ke dalam pasal 33 UUD 45. Pada UUD 45 pasal 3 ayat 1 tertulis “perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.” Ini menunjukkan sang sistem ekonomi koperasi berperan di UUD 45. Namun jika melihat UUD 45 pasal 33 ayat 2: cabang- cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Ini mengarah kepada sistem ekonomi sosialis, dimana kegiatan ekonomi dikuasai oleh pemerintah pusat. Dan jika melihat kondisi Indonesia sekarang, dimana sudah banyak investor- investor lokal maupun asing yang berkontribusi dalam perekonomian negara Indonesia, ini mengarah pada sistem ekonomi kapitalis. Belum lagi sempat beredar rumor neo-liberalisme yang sempat membuat pemerintah kebakaran jenggot dan langsung membantahnya. Jadi sebenarnya sistem ekonomi mana yang dianut oleh negara kita?

Memang secara teori global, sistem ekonomi ada 3 macam, yaitu: kapitalis, sosialis, dan campuran. Beberapa ahli ekonomi mengatakan bahwa sistem ekonomi yang kita anut adalah campuran. Pada dasarnya, sistem ekonomi campuran merupakan bentuk gabungan dari 2 sistem ekonomi: kapitalis dan sosialis. Tapi jika kembali melihat kondisi perekonomian Indonesia seperti yang sudah dibahas diatas, mungkin lebih tepat jika dikatakan “sistem campur aduk” karena lebih dari sekedar campuran kapitalis dan sosialis, ada juga sistem koperasi. Dan ditambah yang baru muncul adalah sistem syariah.

Ekonomi syariah dikenal oleh masyarakat Indonesia baru pada tahun 1990. Mungkin agak ironis melihat sebagian besar penduduk Indonesia berkepercayaan pada asal- mulanya sistem ekonomi syariah. Syariah berasal dari ajaran umat Islam yang tertulis didalam Al-Quran. Di dalam surat Al Baqarah ayat 275 dijelaskan bahwa haram bagi orang- orang yang mengambil riba (lebih) dari pinjaman atau pertukaran barang sejenis. Ini yang menjadi dasar dari Syariah. Bisa ditafsirkan sistem ekonomi syariah adalah sistem ekonomi yang mengatur keseimbangan setiap pelaku kegiatan ekonomi. Tidak ada pihak yang sangat berkuasa, dan tidak ada pihak yang sangat dipengaruhi. Syariah memiliki 4 pilar yang menopang sistemnya: kesatuan, keseimbangan, kebebasan, tanggung jawab. Ciri yang sangat unik dari syariah adalah sistem bagi hasil. Sistem ekonomi konvensional sangat identik dengan sistem bunga sebagai instrumen keuntungannya, sedangkan syariah sangat mengedepankan sistem bagi hasil sebagai instrumen keuntungannya. Dengan begitu sistem syariah menjaga kestabilan kekayaan. Tidak ada yang terlalu miskin dan juga tidak ada yang terlalu kaya. Hal ini menopang keselarasan kehidupan manusia.

Melihat sistemnya syariah, mungkin muncul dibenak: koperasi. Ya memang bisa dikatakan sistem koperasi hampir sama dengan syariah. Mungkin pada awal kemerdekaan Bung Karno dan Bung Hatta sudah melihat bahwa sistem syariah sangat memiliki potensial yang bagus dalam membangun negara bekas jajahan bangsa Eropa yang sangat tidak mengenal sistem kekeluargaan. Namun karena yang dibangun adalah negara persatuan dimana warga negaranya tidak berkeyakinan pada satu kepercayaan dan juga memiliki kebudayaan yang beragam, mungkin agar tetap bisa diterima oleh masyarakat, Bung Karno dan Bung Hatta mencoba menyesuaikan syariah dengan kondisi tersebut, dan dinamakan sebagai sistem ekonomi koperasi.

Tidak bisa dipungkiri bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia masih tinggi dan tingkat pengangguran juga masih tinggi. Ya kata-kata “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin” mungkin sudah biasa terdengar. Sistem kapitalis, sistem sosialis, sistem koperasi, sistem syariah, mungkin menggabungkannya menjadi ekonomi campur aduk adalah keyakinan pemerintah sebagai solusi. Solusi? Atau ingin cari aman? Karena pada kenyatanya kalimat “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin” makin terdengar. Mengapa pemerintah tidak meneruskan fokus pada sistem ekonomi koperasi yang sudah dirumuskan pada masa Soekarno-Hatta demi pembangunan Indonesia? “perkembangan zaman” kerap kali menjadi jawaban dari pertanyaan tersebut. Dapat dilihat perkembangan zaman sudah dapat membawa syariah kepada masyarakat dunia terutama kepada masyarakat Indonesia sendiri, seperti bank – bank konvensional sudah banyak yang mendirikan anak cabang yang berbasis syariah, dan banyak badan-badan usaha yang juga sudah menganut asas syariah. Syariah sebenarnya sudah dapat dikuliti dari koperasi untuk masyarakat Indonesia. Dan seharusnya dapat menjadi solusi untuk ekonomi yang lebih baik yang dapat menjaga keselerasan sosial di Indonesia.

Bandung, 18 Agustus 2011

Muhammad Pittrawan Saputra