Category Archives: Creativity & Innovation

Ragam Transportasi Mutakhir

Transportasi adalah perpindahan dari satu titik ke titik lain. Dengan itu sudah pasti “alat transportasi” adalah alat yang membawa manusia atau benda dari satu tempat ke tempat lain.
Dari segi kreatifitas dan inovasi, artikel saya kali ini bukan ingin membahas tentang apa itu alat transportasi, tapi lebih ke mengulas sudut pandang lain dari sebuah alat transportasi. Mungkin saya akan mencoba meng-kelas-kan alat-alat tersebut dengan kata- kata “ter-“.

Alat transportasi ter-pertama-kali manusia gunakan
Lengan orang tua

Saat manusia masih bayi, terutama saat-saat baru dilahirkan, bayi dipindahkan dengan cara digendong oleh orang tua.

Alat transportasi ter-menyenangkan
Perosotan

Perosotan adalah media bermain anak-anak. Alat ini dapat memindahkan seorang anak dari ketinggian tertentu ke daratan dengan aman. Hal ini yang menyebabkan alat ini sangat digemari oleh anak- anak hingga tidak jarang sering kali mereka rebutan untuk menaiki sebuah perosotan.

Alat transportasi ter-cepat
Internet
Menurut saya internet dapat dikatakan alat transportasi tercepat saat ini, karena jaringannya dapat memindahkan banyak informasi bahkan ke tempat paling jauh di dunia, dengan waktu tempuh hanya beberapa detik. Bahkan ada salah satu tv commercial Google Chrome yang menyampaikan pesan tentang cepatnya sebuah koneksi internet dengan cara yang unik: http://www.youtube.com/watch?v=nCgQDjiotG0.

Alat transportasi ter-kecil
Sel darah merah

Dengan ukuran yang sangat kecil, sel darah merah dapat mengikat banyak unsur, salah satunya oksigen untuk dibawa ke seluruh tubuh manusia.

Alat transportasi ter-mutakhir
Nasa X-15 experimental rocket-powered air force

Pesawat ini adalah pesawat dengan tenaga roket buatan NASA. Saat ini X-15 dianggap sebagai pesawat ber-awak tercepat di dunia. Namun saya menganggap X-15 sebagai alat transportasi ter-mutakhir. Mengapa? Karena pesawat ini dapat dengan cepat melawan waktu. Dengan kecepatan 7274 km/h, pesawat ini dapat menempuh Jakarta-Riyadh, Arab Saudi dalam waktu 1 jam. Namun perbedaan waktu antara Jakarta – Riyadh adalah 4 jam. Jadi ketika kita take-off dari Jakarta pukul 09.00 WIB, kita akan mendarat di Riyadh pukul 10.00 WIB, namun saat kita turun dari X-15 kita akan melihat matahari baru akan terbit, seperti 4 jam yang lalu di Jakarta, karena saat itu di Riyadh baru menunjukkan pukul 06.00 waktu setempat. Seperti dapat memundurkan waktu, namun, belum tentu dapat memundurkan usia.

Alat transportasi ter-simple, namun ter-besar juga ter-tua.
Tanah yang kita pijak
Ya, tanpa disadari tanah yang sekarang kita pijak sedang menghantarkan kita ke jarak 6 cm dari titik setahun lalu. Teori ini disebut sebagai teori Pangea.

Alfred Wegener, Ilmuan asal Jerman berpendapat bahwa 225 juta tahun yang lalu, bumi hanya terdiri atas satu daratan luas dan lautan. Daratan ini disebut benua Pangea. Kemudian, masih belum dipastikan mengapa, lempengan-lempengan daratan ini pun ter pisah dan terus bergerak. Ada yang saling menjauhi, dan ada juga yang bertubrukan hingga menjadi 5 benua yang diketahui saat ini. Lempengan- lempengan ini masih terus bergerak hingga, menurut Wegener, akan bertemu lagi menjadi satu daratan.

Sekian dulu ulasan- ulasan tentang ragam transportasi di luar imajinasi. Tidak disangka, namun nyata. Sudut pandang berbeda tentang alat transportasi.

Muhammad Pittrawan Saputtra
23 Oktober 2011


Mahasiswa, Mahakarya

Mahasiswa, Mahakarya

Mahasiswa, mahasiswa. Mungkin terpikir tentang catatan berserakan, kamar berantakan, fotokopi-an, buku tebal, uang pas-pas-an. Mungkin terpikir, kerjaannya hanya kuliah, kuliah, dan.. Salah, mungkin bangun, kuliah, makan, tidur.
Ya, memang semua itu betul. Saat blog ini ditulis saya juga seorang mahasiswa, melakukan hal-hal tersebut. Namun saya juga terpikir apa cuma itu yang bisa dilakukan oleh seorang mahasiswa?

Jika fokusnya hanya kuliah, saya yakin ada di tingkat-tingkat tertentu yang menyediakan banyak waktu senggang. Dan ditambah kuliah pada umumnya bisa ditentukan jadwalnya. Jadi menurut saya banyak ruang yang terisi oleh peluang. Dibanding saat sudah memiliki pekerjaan, apalagi memiliki istri dan anak, saya rasa ruang itu akan dipenuhi oleh tuntutan uang. Maka penting saat-saat berharga seorang mahasiswa dimanfaatkan untuk menghasilkan suatu mahakarya.

Potret Wajah Untuk Fakultas
Mungkin kreasi ini banyak diminati oleh para mahasiswa dari jurusan Desain Komunikasi Visual, namun menurut saya semua bisa melakukannya. Setiap tahun pasti ada sejumlah mahasiswa baru yang akan memulai kuliah. Daripada “gojlok-gojlokan” tidak jelas, lebih baik adik-adik yang baru masuk kuliah di foto wajahnya satu per satu, dikumpulkan, kemudian di jadikan mozaik yang mengkomunikasikan identitas fakultas atau kampus tersebut. Setiap mahasiswa terpampang, akan menimbulkan rasa kesatuan yang kuat antar mahasiswanya.

Lukisan Seribu Tangan
Tidak harus anak seni rupa, semua juga bisa. Setiap mahasiswa mencoreng satu garis dengan satu kuas dengan warna sendiri, kemudian garis tersebut dilanjutkan oleh satu garis dari mahasiswa lainnya dengan warnanya sendiri, begitu seterusnya. Semua di lakukan diatas bidang luas. Bidang ini nantinya akan menjadi lukisan yang abstrak, namun memiliki nilai tersendiri bagi mahasiswa2nya. Ini merupakan suatu kreasi yang menimbulkan kreatifitas baru, suatu inovasi proses.

Karya Antar Fakultas
Saya mengambil contoh gabungan antara mahasiswa bahasa, IT, dan Bisnis. Mahasiswa IT membuat software pengukur kemampuan bahasa asing. Mahasiswa bahasa akan memberi segala informasi tentang bahasa asing itu, dari mulai kata per kata yang dapat diterjemahkan, hingga ukuran tingkat kemampuan bahasa seseorang. Mahasiswa bisnis perlu meneliti kebutuhan pasar akan software pengukur kemampuan bahasa asing ini, sampai sejauh mana software ini dibutuhkan, hingga apa saja yang perlu dioptimalkan oleh software ini. Dengan adanya data2 ini, software akan lebih efektif dan efisien. Ketika semua sudah terencana, selanjutnya business-plan akan di rangkai oleh mahasiswa bisnis, selain sebagai guideline proyek, juga untuk proposal investor. Prototype dihasilkan, kemudian dikenalkan kepada target utama: mahasiswa-mahasiswa calon pertukaran pelajar ke luar negeri. Setelah nilai-nilai dari produk sampai ke target pasar, produksi. Aktifitas bisnis berjalan, kontrol. Dalam beberapa periode, evaluasi. Beri tambahan-tambahan fitur yang dapat lebih mengoptimalkan pemakaian software, tambahan fitur tersebut akan menjadi produk-produk tambahan yang juga termasuk dalam bisnis.
Dalam ide ini dari tidak adanya kreasi gabungan antar fakultas tentang kemudahan mengukur bahasa menjadi ada, dan kreatif komunikasi hingga inovasional terkandung dalam ide ini. Dan juga technology, process, product & service, hingga business model innovation dapat terangkum. Bahkan ide ini akan semakin mendukung “the world is flat” dimana setiap orang dari penjuru dunia bisa se-tingkat pengetahuannya karena kemudahan komunikasi antar bahasa yang dapat terukur.

Memang melaksanakan semua itu tidak semudah menulis blog ini. Banyak yang menghambat mahasiswa untuk menciptakan mahakarya. Tapi menurut saya sebenarnya semua hambatan-hambatan itu ada solusinya. Mungkin beberapa masalah yang sering menghambat mahasiswa, serta solusinya:

Tidak Ada Dana
1. Cari investor, atau donatur. Tujuannya kan berkarya, dan karya itu adalah sesuatu yang memiliki nilai, nilai itu berharga.
2. Mungkin jika ingin berkarya yang hanya coba-coba atau iseng, bisa cari dana dari aktifitas lain dulu yang lebih mendatangkan modal, seperti jadi asisten dosen, atau membantu tugas teman dengan cara positif.
3. Nabung! Ini yang sangat susah dilakukan mahasiswa. Uang Bulanan=Pengeluaran. Harusnya paling tidak 10% uang bulanan itu masuk deposito.

Terpaku Atau Terbatasi Oleh Pacar
1. Beri penjelasan bahwa karya adalah suatu kebanggaan. “kebanggan aku kebanggan kamu juga”
2. Buat karya yang juga mengangkat pacar. Misalnya jika ingin membuat karya dalam fotografi, jadikan pacar sebagai model. Atau dalam pembuatan software diatas, jadikan pacar sebagai orang yang mencoba pertama.
3. Putus, jika putus asa. Lebih baik kehilangan satu pacar daripada kehilangan satu kesempatan menciptakan mahakarya. Ada pepatah mengatakan “kesempatan tidak datang 2 kali” namun saya belum dengar “pacar tidak datang 2 kali. Tapi hati-hati! Lain halnya untuk suami atau istri, jangan disamakan.

Orang Tua: “kuliah dulu yang bener…”
1. Lakukan apa kata mereka, namun jangan berhenti dalam proses berkreatifitas atau berinovasi. Kenapa kuliah harus terbengkalai oleh proses tersebut.
2. Pandai mengatur waktu
3. Buktikan kepada mereka paling tidak kreasi atau inovasi yang dihasilkan membanggakan.

Yang terakhir ini saya juga agak susah mengatasinya: Hanya Mahasiswa (under-estimated), ini bisa menjatuhkan semangat, dan mungkin nilai dari kreasi yang diciptakan. Dampaknya kreasi atau inovasi atau mahakarya yang diciptakan jadi kurang berpengaruh. Mungkin solusi yang terbaik adalah: “whatever it takes, keep going, do the best” paling tidak ada usaha yang baik dalam proses.

Jika memang niat sudah tak terbendung, saya yakin pasti akan terbentuk pandangan bahwa hambatan-hambatan tadi hanya tantangan yang pasti terjadi dan pasti ditaklukkan. Atau malah jadi takut jika tantangan itu tidak ada, maka harga kepuasan dari suatu pencapaian juga tidak ada. Jadi yang terpenting adalah niat dan motivasi! Seperti kata seseorang “kreasi tercipta bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, tetapi juga ada kesempatan! Waspadalah! Waspadalah!”

Muhammad Pittrawan Saputra
11 Oktober 2011


Negara Maju Negara Kreatif

Kali ini saya ingin mengulas singkat saja tentang kemajuan suatu negara. Apa yang membuat negara maju? banyak faktor. Kreatifitas, salah satunya. Apa hubungannya kreatif dengan majunya suatu negara? Mungkin untuk membantu menjawab pertanyaan terakhir kita bisa ambil contoh dari negara maju. Saya membidik Amerika Serikat, karena tentu sudah dikenal sebagai negara adi daya. Selain itu, menurut saya Amerika Serikat merupakan salah satu negara paling kreatif di dunia.

Mengapa?

Amerika Serikat dulunya hanya sebuah daratan yang hanya sedikit sekali penduduk aslinya. pada masa colonial, 2 April 1513, rombongan penjelajah Juan Ponce de León di bawah bendera Spanyol berlabuh di-saat itu dia menamakan-La Florida. Ini merupakan pertama kalinya bangsa Eropa menginjak daratan inti Amerika. kemudian di lanjutkan oleh Inggris, Prancis, bahkan Rusia. Pribumi, yang sangat dikenal sebagai “Indian” pun mulai berkurang populasinya. Kemudian masyarakat Inggris yang mendiami tanah Amerika kebanyakan adalah orang-orang yang tidak ‘betah’ di negaranya sendiri akibat pajak yang sangat tinggi (Inggris sangat terkenal dengan pajak superior, bahkan hingga saati ini). Situasi ini yang membuat konflik kemudian pecah perang, yang berujung pada gabungan 13 koloni Inggris memerdekakan diri pada 4 Juli 1776. Setelah itu negara ini terus ekspansi merebut tanah Prancis “Lousiana”, tanah Rusia “Alaska”, dan banyak lagi termasuk California (Mexico). Kemudian terdeklarasi “Amerika Serikat”.

Orang- orang yang sering kita sebut “orang amerika” atau “American” sebenarnya bukan penduduk asli tanah amerika itu sendiri jika melihat nenek moyangnya. Kecuali orang berkulit merah, dengan mata agak sipit, ini merupakan keturunan pribumi tanah Amerika, lucunya kita lebih sering menyebut mereka “Indian” bukan “american”. Jadi bisa dibilang 90% lebih “American” itu berasal dari berbagai macam bangsa seluruh penjuru dunia. Hebatnya dengan kondisi budaya yang bercampur, Amerika tetap bisa mematenkan “American”. American Muscle, American Food, American Lifestyle, dan bahkan mungkin termasuk American Pie (nama kue atau judul film, tergantung sudut pandang anda). Labelisasi- labelisasi budaya ini menurut saya merupakan dampak dari kreatifitas para “american”. kreatifitas yang melahirkan karakteristik tersendiri hingga dunia identik dengan “american” terhadap karakter itu.

Balik ke pertanyaan “Apa hubungannya kreatif dengan majunya suatu negara?” saya melihat Amerika Serikat berhasil mengoptimalkan kreatifitas pada sektor industri dan sains. Kita ambil contoh Henry Ford. Adalah orang yang pertama kali menciptakan mobil…murah. Ya, ford yang sampai sekarang masih “exist” di dunia industri otomotif bermula dari mobil murahnya, saat itu Ford T Model. Ford berhasil menciptakan trobosan di masa sebuah mobil merupakan alat transportasi yang sangat eksklusif yang hanya dimiliki bangsawan saat itu, Ford menyulapnya menjadi alat yang terjangkau masyarakat. Menurut saya ini adalah bentuk kreatifitas yang luar biasa.

Dalam bidang sains, terutama astronomi, sudah pasti akan menjurus kepada Apollo 11. “That’s one small step for a man, one giant leap for mankind.” terucap dari mulut manusia pertama yang menginjak bulan, Neil Armstrong. Memang suatu mega-trobosan bagi umat manusia, dan ini juga dampak dari kreatifitas manusia. Memang masih dibayangi oleh kontroversi bahwa apa yang terjadi pada 20 Juli 1969 hanya rekayasa. Kalaupun rekayasa, tetap itu merupakan hasil kreatifitas manusia juga, kreatifitas dalam videografi. Nah, Amerika juga mantap dalam cinematografinya, semua tahu Hollywood pastinya kan? dan masih banyak bidang-bidang yang dikuasai Amerika akibat kreatifitas bangsanya.

Jika dibandingkan dengan Indonesia? Menurut saya kurang bijak saat-saat ini membandingkan Indonesia dengan Amerika Serikat dalam hal kreatifitas. Sangat relatif dan kurang efisien, penduduknya aja masih dikit yang baca blog. (secara tidak langsung udah ngebandingin tuh). Mungkin saya hanya bisa memberi pandangan saya terhadap optimalisasi kreatifitas kita. Karena menurut saya orang Indonesia itu kreatif-kreatif, cuma kurang mempengaruhi kemajuan negara dan bahkan masih banyak yang digunakan untuk hal negatif. Contoh “ojek payung”, menurut saya itu kreatif yang positif. membantu orang. tidak ada di negara lain. Tapi ya itu, tidak berpengaruh terhadap kemajuan suatu negara. Makanya mungkin harus lebih banyak lagi pemancing kreatifitas yang disodorkan ke masyarakat seperti ajang ide trobosan, porduk inovatif, macam-macam itu, bahkan sebaiknya diperluas targetnya untuk masyarakat menengah kebawah. Karena saya yakin, kreatifitas itu adalah potensi yang dimiliki setiap manusia, dan merupakan hak asasi manusia untuk meng-eksplor-nya.

Jakarta, 2 September 2011

Muhammad Pittrawan Saputra


Nama Nama Nama

Awal dari sebuah perkenalan adalah penyampaian sebuah nama. Namun apalah arti sebuah nama. Ya, kita sering kali mendengar sajak kuno “apalah arti sebuah nama”. Mengapa ‘orang-dulu’ sering menggunakan sajak tersebut? Menurut saya itu karena mereka hidup di zaman saat belum tersedianya wikipedia! Mereka sangat bingung mengartikan kata ‘nama’, harus mencari tahu kemana? Akibat putus asa mereka mungkin mengucapkan “apalah arti sebuah nama” dengan maksud: susah-susah amat cari arti nama, engga penting juga. Beruntung sekarang kita hidup di zaman modern, jika penasaran dengan arti ‘nama’ tinggal cari di google saja, klik, beres.
Kalau kata Wikipedia: Nama adalah sebutan atau label yang diberikan kepada benda, manusia, tempat, produk (misalnya merek produk) dan bahkan gagasan atau konsep, yang biasanya digunakan untuk membedakan satu sama lain. Nama dapat dipakai untuk mengenali sekelompok atau hanya sebuah benda dalam konteks yang unik mapun yang diberikan.
Betul kata orang zaman dulu, tidak penting. Karena menurut saya yang terpenting adalah bukan arti kata ‘nama’ melainkan nama yang diberikan itu yang harus dicari tahu arti atau maknanya. (saya juga tahu maksud sebenarnya “apalah arti sebuah nama”, saya cuma ingin melesetkan sedikit, memberi paradigma baru tentang sajak itu).

Nama, dalam konteks nama untuk manusia, biasanya terdiri dari nama depan, nama tengah, dan nama belakang. Nama tengah biasanya untuk nama panggilan, atau bahkan julukan. Nama belakang untuk nama marga biasanya. Rangkaian kata-kata tersebut bersatu menjadi nama lengkap. Nama lengkap biasanya untuk KTP. Apapun maksudnya, inti dari sebuah nama diberikan kepada seseorang adalah untuk sarana identifikasi. Kemudian karena value manusia sangat tinggi, pemberian nama pun sangat di perhatikan. Makna-makana terbaik hasil seleksi mengisi rangkaian kata-kata nama.

Muhammad Pittrawan Saputra Munir, begitu tertulis di Akta kelahiran saya, di sebelah kata ‘nama:’. Benar, ada nama depan, tengah, dan belakang. Cuma, apa itu ada satu kata lagi? Kalo kata Ayah saya yang terakhir itu nama keluarga. Benar juga, mengingat Ayah saya namanya Raizal Munir. Loh, Ayah saya tidak ada nama tengahnya? Katanya sih biar kalau mengisi formulir bisa cepat. Jadi nama tengah saya itu sebenarnya “Pittrawan Saputra”. Diberikan oleh ibu saya. “Pittrawan” itu kalau tidak salah maksudnya gabungan dari Pittsburgh-putra-one karena saya anak pertama yang ternyata laki-laki dan lahir di kota Pittsburgh, USA. Dan “Saputra” mungkin sama artinya sama “saputra”-nya si Nicholas. Kemudian di tambahkan oleh Ayah saya “Muhammad” didepan sebagai panutan maksudnya dan “Munir” sebagai nama keluarga. Awalnya saya menanggapi pemberian makna nama tersebut biasa saja. Namun setelah tahu bahwa di twitter hanya ada 3 dari seluruh dunia yang bernama Pittra (nama panggilan saya), Saya menyadari bahwa “Pittra” adalah hal ter-kreatif yang pernah orang tua saya ciptakan.

Oleh karena nama saya diberikan orang tua saya untuk saya seorang dan tidak ada ‘copyright’ saya akhirnya memaknai sendiri kata “Pittra” yang saya miliki. Saya menjadikan kata tersebut sebagai gabungan dari nilai-nilai yang perlu saya junjung tinggi dalam hidup saya.
P untuk panutan sebagai manusia biasa saya perlu memiliki seorang panutan sebagai kiblat prilaku yang semestinya dilakukan dalam suatu situasi. Memang saya kaitkan dengan kata pertama “Muhammad” sebagai panutan utama saya. Dan saya harus menjadi seorang panutan bagi orang lain.
I untuk inspirasi karena saya butuh banyak inspirasi dalam setiap menciptakan sesuatu. Dan saya harus bisa menciptakan inspirasi untuk orang lain.
T pertama untuk Tuhan menurut saya nilai-nilai Ketuhanan perlu ditanamkan. Dalam hal ini terkait dengan keyakinan yang akan membimbing intelenjensi spiritual seorang manusia.
T kedua untuk tantangan hal ini adalah hal paling sulit diterima namun menurut saya tantangan sangat berperan sebagai penguji kemampuan.
R untuk Relasi tentu saja sebagai makhluk sosial, manusia itu saling membutuhkan satu sama lain. Namun tidak semudah itu, mengelola hubungan antar manusia menurut saya sangat penting karena akan berpengaruh terhadap pola hidup.
A untuk akal terkait dengan kecerdasan untuk mengatasi segala masalah dalam situasi apapun. Karena akal dari seorang manusia, banyak perubahan yang tercipta untuk kehidupan dunia yang lebih baik.

Kembali kepada sajak “apalah arti sebuah nama” yang mungkin salah satu maknanya adalah tidaklah penting nama seseorang, yang penting adalah perbuatan orang tersebut. Saya tidak setuju. Enak aja arti nama dibilang tidak penting. Untuk apa orang tua mencarikan nama susah-susah kalau ternyata dibilang tidak penting? Seharusnya arti nama itu menjadi sebuah acuan dalam hidup yang akan mengarahkan perbuatan seseorang.

Bandung 17 Agustus 2011

Muhammad Pittrawan Saputra