Secercah Cahaya Dari Jendela Kreatifitas

Saat mengalami masa pendaftaran mata kuliah pilihan di SBM-ITB, saya terkejut melihat tulisan “creativity and innovation” ada di list mata kuliah pilihan. Saya spontan terheran apa yang dipelajari dikelas ini? kreatifitas kok diajarin, kreatifitas kan suatu bakat. Karena rasa penasaran yang tak kunjung hilang, akhirnya saya daftarkan mata kuliah tersebut ke dalam mata kuliah pilihan saya di smester 7.

Penasaran saya benar-benar dibayar selama saya kuliah Creativity & Innovation (CI). Saya banyak mendapatkan ilmu yang mungkin tidak akan saya dapat dari kelas lain. Sampai saya sempat berpikir, kenapa mata kuliah ini tidak menjadi mata kuliah wajib, karena menurut saya ilmu-ilmu dari kuliah ini sangat berguna untuk semua profesi kedepannya, bahkan dari mulai seorang mahasiswa meninggalkan kelas hari itu, pelajarannya sudah bisa dimanfaatkan.

Saya mendapatkan ilmu dari mulai kreatifitas itu apa, gimana mengelola kreatifitas, hingga bisnis model yang sangat berguna untuk sebuah starter bisnis. Namun saya tidak akan terlalu detail pada materi-materi tersebut, karena setiap orang yang mengikuti kelas ini juga pasti mnegerti tentang itu. Saya akan lebih fokus pada apa yang saya dapat dari kacamata saya selama kuliah CI. Saya jadi mengetahui bahwa kreasi itu ada karena terbiasa. Hingga saya merumuskan bahwa kreasi itu adalah sebuah perbandingan antara banyaknya hasil yang terseleksi berbanding dengan banyaknya ide yang dikeluarkan. Di kuliah ini juga setiap mahasiswa dipancing kreasinya untuk mengolah suatu masalah yang terlihat sederhana namun butuh ide briliant untuk menyelesaikannya. masalahnya kadang dari video, dari cerita, bahkan dari game. Ya, kegiatan ini yang tidak pernah saya temukan di mata kuliah lain selain CI. Dan yang paling saya rasakan perubahannya setelah saya mengikuti kelas CI adalah saya jadi lebih menghargai karya-karya orang walaupun tidak begitu berkesan, namun setelah saya tahu bagaimana level-level dalam kreatifitas terbentuk, saya jadi memahami bahwa setiap karya itu memiliki nilai yang berharga, karena paling tidak sang penggagas berusaha melahirkan sesuatu yang terkandung dalam pikirannya, dan itu karyanya.

 

 

Muhammad Pittrawan Saputra

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: